Sabtu, 15 Februari 2014

PUISI UNTUK PAPAH

Hari- hari telah berlalu
Air mata haru untuk melepas kepergiannya
Begitu banyak kenangan indah bersamanya
Yang tak terhitung skala dan waktu
Hari itu penuh hitam dimataku
Rasa sakit itu
Seperti peluru menembus jantungku
Perih kurasa tanpa luka
Hari itu menjadi kelabu 
Membuat  bercucuran air mataku

Akulah putri nan lemah itu 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar