Aku dan
sahabatku berencana menghabiskan liburan di villa nenekku, aku emang udah
lumayan lama gak ketemu dia , oh iya aku Salsa sahabatku namanya Tasya ( ica )
dia sahabat kecilku dari TK pas masuk SMP aku harus pisah karena ikut dengan
keluarga dan Mugie sahabat sejak aku masuk SMA
_
Perjalanan yang
cukup jauh dan mecet bikin kami pengen istirahat , 1 hari istirahat di villa cukuplah yah, udara dingin disini membuat kami tidur
nyenyak apalagi ditambah selimut hangat dan boneka lovely dogieku , suara
pemanas menggetarkan telingaku suasana masih sepi semuanya masih terlelap ,
begitu pun dengan lampu yang menggantung itu. Cahaya mulai menyeruak dari ujung
langit itu menyentuh kaca perlahan yang terpampang di hadapanku ,membuat remang
–remang pada objek yang kulihat , langit mulai cerah meski garis- garis halus berwarna
kelabu itu masih menghiasi langit.
Cahaya itu belum
sempurna menyabar. Begitupun dengan mataku belum sepenuhnya terbuka masih terhanyut
oleh fantastinya malam, sepertinya aku yang pertama bangun. Aku duduk terdiam
di atas ranjang melihat lurus jam yang terpampang di dinding ternyata, pukul 06.49. membuka pintu tanpa
suara berjalan perlahan melihat dinding yang dihias lukisan-lukisan naturalis,
mencoba mempercepat langkah dan berhenti di sebuah kaca besar , sesaat ku
memandangi pohon hijau yang tersusun rapi , udara dingin tiba-tiba datang
menghampiriku ,angin itu menghempas wajahku perlahan membuatku mengosokan kedua
tangan .
“Hey, lari pagi
yuk” sapa mugie sambil menepuk pundakku
“hah? Ayoo...”
jawabku
Saat kami keluar
rumah ica bertiak dari kaca kamar “kalian mau kemana, aku ikut....” sambil
tergesa-gesa
“ayoo, ditunggu
di taman cepet yah..” jawabku
Sambil menunggu
Ica, aku dan Mugie berlari-lari kecil sambil ngobrol , berhenti di setiap
warung untuk membeli camilan, Ica
menghampri orang di dekat pohon cemara itu sambil ber teriak “ salsaaa , mugiie tunggu”
Aku dan mugie
bertatap muka dan mengernyitkan alis dan kembali tercenung , aku dan mugie
mencoba memperhatikan Ica dari jarak yang tidak terlalu jauh.
Ica menepuk
pundak seseorang sambil ngos-ngosan dan berkata “ sialan, dari mana aja
kalian?”
Seketika wajah
Ica muram, orang itu berbalik badan dan berkata “ apa? Maksudnya ?”
Ica menjawab “
Upss, maaaf “ sambil berjalan menuju arah kami dengan wajah biru. Kami mencoba
menahan tawa , ku memberi pesan lewat ponsel
Dia
berteriak menghampiri kami “ woaaaaaaaa, sialan rupanya ini skenario busuk
kaliann” aku dan ugie hanya bisa tertawa ejek Ica.
Sluuurpp ...
Mugie
menyeruput susu hangatnya
Aku
dan Ica pun menyeruput susu hangat perlahan
Matahari
menggantung rendah bulatan oranye itu telah memberikan senyumannya. Aku melihat
–lihat rumah dan pepohonan di sekelilingku , Tasya dan Mugie tampak begitu
dekat , mereka sangat asyik berbicara , seperti biasa Ica sangat menghanyati
pembicaraannya dengan menggerak-gerakan tangannya dan Mugie hanya
mengangguk-ngangguk dengan celotehan Ica yang cepat itu.
aku
bosan merasa dicuekin , dan menggurutu pelan dalam hati “katanya mau libura
tapi gue mlah dicuekin “ tak lama aku punya ide baguspun datang, aku menerobos
diantara Tasya dan Mugie dan berkata “Hei, hei, hei lagi ngomongin apa? Asik
nih ikutan doooong “ dengan nada cepat dah gerak riweuhku.
Tasya
sedikit tersentak dengan gerakanku, dan sedikit cemberut
“don’t disturb me” ucapnya
lalu
aku tertawa kecil dengan jawaban “whatever do you want”
sepertinya
Tasya mulai geram tapi aku suka melihat Ica saat sebal. Bibir lucunya itu terus
menggerutu , seperti orang gila kebingungan .. ahaha
udara
dingin membekukan bibirnya hingga iya berhenti menggerutu, kamipun berjalan
dengan penuh canda.
Cahaya
yang bersemi oranye itu mulai redup , cahaya kekuningan itu seolah tersedot
oleh cakrawala di ujung barat. Langit mulai gelap sepertinya mulai petang
,namun angin belum berhenti berhembus , aku mencoba mengencangkan syal coklatku.
_
Bintang
telah memberikan kedipannya menandakan malam telah tiba , Aku ,ugi dan ica
ditemani cahaya bulan yang begitu terang dan hangatnya api unggun .
Aku
memasukan kedua tanganku kedalam saku , dan mengembuskan napas pedek dengan
pejaman mata , menikmati dinginnya malam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar